Sedikit gelisah memang ketika harus berpisah dengan teman yang sudah dua tahun merantau bersama dalam satu pekerjaan. Aplagi kalau mengingat masa dulu bagaimana perihnya, suka dukanya memulai pekerjaan baru yang harus dirintis dari bawah, belum lagi ditambah harus meninggalkan keluarga tercinta ribuan kilo meter dari cilegon ke makassar. Dan bisa pulang pun hanya enam bulan sekali dalam masa 10 hari. Tapi semua itu tidak menjadi beban yang berarti karna semua itu kita tanggung bersama.
Kini tanggal 9 oktober 2011, satu teman pamit untuk pindah kerja kembali ke pulau jawa. Sungguh diluar dugaan dan harus diakui dengan jujur kepergian satu teman ini sangat menggelisahkan dan sempat membuat semangat kerja turun naik. Bahkan sedikit terlintas kekhawatiran, apakah nanti pekerjaan yang akan dihadapi bisa diselesaikan dengan baik seperti halnya ketika masih satu tim kerja berkumpul bersama?
Segelisah apapun, sekuatir apapun ini mungkin jalan hidup yang sudah digariskan. Semua manusia mungkin punya jalan hidup masing-masing. Begitupun teman yang satu ini dia punya jalan hidupnya sendiri,nasib sendiri dan rezekinya sendiri. Kita yang ditinggalakan disini memang merasa gelisah dan sedih harus berpisah tapi kita harus sadar dan tunduk pada hukum kehidupan. Kita hanya bisa saling mendoakan semoga yang ditinggalakan dan yang meninggalakan selalu dalam keadaan baik-baik saja.
Kita harus sadar sesadar-sadarnya kehidupan memang selalu berputar, kadang diatas, kadang dibawah. Hari ini tertawa besok mungkin kita menangis. Hari ini kita berkumpul besok mungkin kita berpisah. Jangankan hanya sekedar dengan teman, bahkan nyawa dan raga kita pun suatu hari nanti akan berpisah.
Semoga saja kegelisahan dan kegundahan hari ini bisa sesegera mungkin tergantikan dengan kebahagiaan dan keceriaan dan semangat kerja yang baru. Memang harus diakui tantangan pekerjaan didepan pasti akan lebih berat, tapi bukankah tidak ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau berusaha.
Satu hal mungkin yang perlu menjadi catatan. Keluarga kita disana mungkin itu salah satu hal yang akan terus menghidupkan dan mengobarkan semangat kita untuk terus berusaha dan bekerja sampai titik darah penghabisan.
Oh ya, saya membuat tulisan ini hanya sekedar untuk menumpahkan uneg-uneg dihati. Mungkin kegelisahan saya juga dirasakan sama teman-teman yang lain. Tapi memang akhirnya kita harus sadar bahwa kebahagiaan itu bukan ditentukan oleh keadaan kita, tapi terlebih ditentukan oleh fikiran kita. Apapun keadaan kita, bahkan mungkin terlihat menyengsarakan diluar tapi kalau kita bisa menanata pikiran dengan baik ditambah selalu merasa bersyukur dan berbaik sangka pada sang kehidupan maka kebahagiaan yang luar biasa akan selalu menemani kita setiap saat. Semogaa!
Jumat, 07 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
Entri Populer
-
Sejak aku sering baca ebook-ebook nya Anne Ahira Aku jadi terobsesi ingin menjadi seorang Internet marketer kelas dunia juga. Ternyata dunia...
-
Sebenarnya dari dulu saya sangat penasaran dan ingin sekali tahu tentang internet. Tapi karna berbagai keadaan akhirnya keinginan hanya tin...
-
Sedikit gelisah memang ketika harus berpisah dengan teman yang sudah dua tahun merantau bersama dalam satu pekerjaan. Aplagi kalau menginga...
